Archive for the 'Kesehatan' Category

Dec 10 2011

Tujuh macam makanan yang perlu dihindari

Published by under Kesehatan

1. Kentang dalam kaleng. Resiko: mandul, penyakit jantung, diabetes, kegemukan.

2. Daging sapi yang diberi makan jagung supaya cepat gemuk, cepat besar untuk dipotong. Alasan: Sapi yang diberi makan rumput mengandung lebih banyak zat yang berguna bagi tubuh seperti beta-carotene, vitamin E, omega-3, conjugated linoleic acid (CLA), calcium, magnesium, and potassium; mengandung lebih sedikit zat berbahaya seperti  omega-6 dan lemak jenuh yang diduga bisa menimbulkan penyakit jantung.

3. Popcorn yang disiapkan dengan Microwave, karena bisa membuat mandul dan mungkin kanker pankreas.

4. Kentang non-organik karena banyak mengandung zat kimia yang dipakai oleh petani untuk mencegah jamur pada kentang.

5. Daging ikan Salmon yang diternakkan, karena banyak mengandung karsinogen yang bisa menyebabkan kanker, bahkan DDT.

6. Susu yang dibuat dengan hormon buatan. Supaya sapi perah menghasilkan lebih banyak susu, ada peternak  yang menambahkan hormon buatan seperti rBGH atau rBST. Susu yang dihasilkan dengan cara begini dicurigai bisa menimbulkan kanker, dan telah dilarang di kebanyakan negara maju.

7. Buah Apel biasa (non-organic) karena banyak mengandung sisa pestisida. Para buruh perkebunan Apel banyak yang menderita penyakit kanker.

Silakan klik disini untuk baca selengkapnya

Comments Off

Jan 15 2010

Chromium Picolinate dapat mengakibatkan kerusakan syaraf

Published by under Kesehatan

Chromium Picolinate bila bereaksi dengan Vitamin C dapat menimbulkan kerusakan neurotransmitter. Gejala fungsi syaraf mulai terganggu adalah vertigo, tidak tahan berdiri lama, sebab ingin jatuh.

Di Indonesia Chromium Picolinate terdapat pada beberapa produk Lecithin yang dijual oleh GNC. Lecithin adalah supplemen makanan untuk memperbaiki fungsi lever dan menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Chromium Picolinate banyak dipakai pada produk diet (melangsingkan badan) untuk menghilangkan nafsu makan karbohidrat.

Semoga info ini bermanfaat.

No responses yet

Apr 30 2008

Beras Organik RI1

Published by under Kesehatan

Ciri-ciri beras organik RI1:

  • 100% organik, mulai dari pembibitan s/d pengolahan lahan;
  • bebas pupuk kimia;
  • bebas pestisida dan insektisida;
  • tanpa bahan pengawet
  • mengandung serat alami, baik untuk anak dan dewasa;
  • lebih enak dan tidak cepat basi;
  • telah diakui dan memperoleh sertifikat Sucofindo.

Salah satu penyebab merosotnya daya tahan tubuh manusia, timbulnya penyakit serta penuaan dini adalah pencemaran bahan kimia atas lingkungan kita, terutama terhadap pangan yang kita makan sehari-hari.

Beras Organik RI1 hadir sebagai beras sehat, bebas dari residu (sisa) bahan kimia yang membahayakan. Dimulai dari pemilihan lahan, air, benih padi dan pola budidaya tanam yang terkendali TANPA penggunaan pupuk kimia, herbisida, pestisida kimiawi, dan telah bersertifikat Sucofindo, menjadikan Beras Organik RI1 siap disantap oleh anda dan keluarga sehat anda.

Beras Organik RI1 terjamin mutunya, rasanya sedap, pulen dan teruji lebih tahan lama (tidak cepat basi). Baik untuk dihidangkan sebagai menu setiap hari.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi telepon 021-720 6988.

No responses yet

Apr 05 2005

Cacar Ular

Published by under Kesehatan

Link ke Informasi tentang Cacar Ular:

No responses yet

Nov 11 2004

Stroke Berkaitan dengan Tingginya Kadar Trigliserida

Published by under Kesehatan

Selasa, 11 Desember 2001, 14:33 WIB

New York, Senin

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer Israel mengindikasikan bahwa peningkatan risiko penyakit stroke juga berkaitan dengan kadar lemak darah yang disebut trigliserida.Para peneliti itu juga mengungkapkan, trigliserida mungkin pula dapat digunakan untuk mengindentifikasi risiko seseorang mengidap stroke iskemik — stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terganggu.

Menurut peneliti, yang mempublikasikan temuannnya dalam Circulation: Journal of the American Heart Association edisi 11 Desember, hasil riset ini seharusnya dapat merangsang peneliti lain untuk lebih mewaspadai serta memberi perhatian terhadap trigliserida.

“Dengan adanya deteksi yang lebih efektif akan tingginya kadar trigliserida dalam darah serta pengobatan untuk mengatasi risiko stroke, tentunya hal dapat menurunkan beban klinis dan kesehatan publik akibat penyakit stroke,” ungkap Dr. David Tanne, salah seorang pimpinan riset. Tanne mengatakan, dari riset beberapa tahun lalu para dokter telah mengetahui bahwa obat penurunkan kadar lemak darah seperti kolesterol juga bisa mencegah penyakit stroke. Namun demikian, lanjutnya, hubungan yang lebih tepat antara lemak — khususnya trigliserida — dan stroke belum begitu jelas.

Dalam riset terbaru ini, Tanne dan rekannya meneliti lebih dari 11 ribu pasien pengidap penyakit jantung koroner yang belum mengalami stroke atau pun transient ischemic attack (TIA) yang biasa juga disebut stroke ringan. Sebagian besar responden penelitian ini adalah pria.

Setelah penelitian sekitar enam hingga tujuh tahun, 487 responden diketahui mengalami TIA. Responden yang mengalami stroke ini memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang rendah. Setelah memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya, responden yang memiliki kadar 200 mg trigliserida per desiliter darah (dL) tercatat mempunyai kecenderungan 30 persen lebih besar mengalami stroke iskemik maupun TIA dibanding responden dengan kadar lemak darah yang rendah.

Kadar trigliserida sejak lama memang selalu diukur bersamaan dengan kadar lemak darah lainnya. Namun menurut Tanne, hingga saat ini jenis lemak itu tidak mendapat perhatian yang cukup serius dalam pencegahan stroke. Tanne menambahkan pula, untuk menekan kadar trigliserida, seseorang dapat mengubah gaya hidup dengan cara lebih sehat seperti olahraga, menurunkan berat badan serta diet rendah lemak. Beberapa jenis obat penurun kolesterol, kata Tanne, juga dapat menurunkan kadar trigliserida.

Sementara itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar seseorang sebaiknya tetap menjaga batas kadar trigliserida di bawah 150mg/dL. Kadar 150 hingga 199 mg/dL dipertimbangkan sebagai batas yang cukup tinggi, 200 hingga 499 mg/dL termasuk level tinggi dan di atas 500 mg/dL dikategorikan sangat tinggi.

Sekitar 80 persen kasus stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak, sedangkan 20 persen lainnya disebabkan rusaknya pembuluh darah di otak. Usia penderita stroke belakangan ini makin muda, yakni sekitar40 tahun. Tidak jarang beberapa pasien yang terserang stroke baru berumur 32 tahun. Ini juga disebabkan pola makan yang cenderung mengonsumsi makanan siap saji atau fast food tanpa diimbangi dengan olahraga secara rutin. (Rtr/ac)

Dikutip dari www.kompas.co.id edisi 11 Desember 2001 Copyright © 2001 Kompas Cyber Media.

No responses yet


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008