Archive for the 'Renungan' Category

Mar 31 2008

Pengampunan dosa untuk semua

Published by under Renungan

Alkitab berkata: “…Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia:…” (1 Tim.2:6)

Tuhan Yesus telah mati di kayu salib bukan hanya untuk orang percaya saja, tapi juga untuk mereka yang belum percaya. Kasih Tuhan Yesus tidak terbatas hanya untuk mereka yang sudah percaya, tapi juga untuk mereka yang belum percaya. Pengampunan dosa di dalam nama Tuhan Yesus disediakan oleh Tuhan bukan hanya untuk orang Kristen saja, tapi juga untuk mereka yang belum percaya. Sekarang terserah kepada mereka yang belum percaya untuk mengambil keputusan untuk percaya dan diselamatkan.

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” (Roma 10:9)

No responses yet

Mar 31 2008

Siapakah sesamaku?

Published by under Renungan

Dalam perumpamaan tentang Orang Samaria yang baik hati (Lukas 10:25-37), jelas bahwa yang menjadi sesama manusia adalah orang yang menunjukkan belas kasihan kepada orang yang dirampok. Yang dirampok adalah orang Yahudi. Yang menunjukkan belas kasihan adalah orang Samaria yang berbeda suku dan agama dengan yang ditolong. Yesus memuji tindakan orang Samaria ini sebagai mentaati Perintah Utama yang kedua: Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri (Lukas 10:27;37).

Sesama manusia yang perlu kita kasihi dan bantu itu tidak mengenal perbedaan warna kulit (suku) dan agama.

No responses yet

Mar 29 2008

Jangan jadi hamba uang

Published by under Renungan

Ibrani 13:5-6:

5 Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”
6 Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Nas ini mengajarkan agar kita jangan jadi hamba uang. Yesus sendiri mengatakan bahwa kita tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Kita tak bisa mengabdi kepada Allah dan sekaligus mengabdi kepada mamon alias uang. (Matius 6:24). Kita harus pilih salah satu, atau menjadi hamba Allah, atau menjadi hamba uang.

No responses yet

Mar 11 2008

Tahan uji seperti emas

Published by under Renungan

Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. (Ayub 23:10)

Dalam ayat ini emas menggambarkan orang yang telah tahan uji. Orang yang telah dimurnikan melalui pelbagai pencobaan. Salah satu ciri orang yang tahan uji adalah hidup dalam ketaatan kepada firman Tuhan apapun resikonya. Firman Allah berkata:

Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. (Ayub 23:11-12)

Jadilah emas. Jadilah orang yang tahan uji.

No responses yet

Feb 21 2008

Orangtua yang bijaksana

Published by under Renungan

“… kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.” (Amsal 17:6)

Ada banyak cara untuk mengukur keberhasilan: salah satunya adalah cara anak anda menggambarkan diri anda di depan teman-temannya.

Seorang pengacara muda yang sukses berkata: hadiah terbesar yang pernah saya terima adalah ketika ayah memberi saya sebuah kotak kecil pada hari Natal. Di dalamnya ada sepucuk surat yang berbunyi: “Nak, tahun ini ayah akan memberimu 365 jam. Satu jam sehari sesudah makan malam.”

Ayah saya bukan saja memenuhi janjinya, tetapi setiap tahun ia melakukan hal yang sama, dan inilah hadiah terbesar yang saya terima dalam hidup saya. Saya adalah hasil dari waktu yang diluangkannya itu.

(Dikutip dari buku “Ayah yang bijaksana”. Jakarta: Yayasan Media Buana Indonesia, 1998, hal. 1-3.)

Ulasan:

Kasih yang dirasakan anak, sepadan dengan jumlah waktu yang disediakan orangtua untuk bersama mereka, bermain dan berkomunikasi dengan mereka.

Anak yang tidak mendapat waktu yang cukup dari orangtua, akan merasa kurang dikasihi oleh orangtuanya, walau mereka dilimpahi dengan harta benda. Akibatnya biasanya adalah anak akan lebih mencintai barang daripada sesama manusia.

Pepatah Cina kuno mengatakan:“perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama.”

Saya senang perbaikan Robert Kiyosaki(*) terhadap pepatah kuno ini: “perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama yang kecil.”

Bila menyediakan waktu satu jam setiap hari terasa terlalu berat untuk anda, cobalah dengan membuat sasaran kecil yang pasti terjangkau. Misalnya jangan biarkan ada hari yang berlalu tanpa komunikasi yang berarti dengan anak anda selama minimal lima (5) menit. Lebih baik
merasa kurang daripada kecewa karena tidak berhasil mencapai sasaran yang terlalu tinggi.

Mengapa tidak mulai malam ini?

_______________________________________________________

(*) Robert Kiyosaki dalam bukunya “the
Rich Dad and the Poor Dad”, dan “the Cashflow Quadrant”.

Hak Cipta © 2002 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Feb 21 2008

Hanya ada satu tempat aman

Published by under Renungan

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2)

Di dunia ini, hanya ada satu tempat aman, yaitu didekat Tuhan.

Walau banyak orang baru sadar Amerika Serikat tidak aman setelah peristiwa 11 September 2001, sebenarnya sudah sejak dulu Amerika Serikat dan semua negara lain sama tidak amannya dengan di Indonesia. Hanya jenis ancamannya saja yang berbeda. Di Indonesia ancaman dari kelompok ekstrim mungkin lebih terasa. Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya ancaman terhadap iman dan moral seseorang mungkin lebih terasa.

Beberapa tahun yang lalu seorang isteri Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah yang telah berusia di atas 60 tahun nyaris diperkosa seseorang yang mendobrak pintu kamar hotel-nya di tengah malam. Waktu itu dia bersama suaminya sedang melayani di sebuah kebaktian kebangunan rohani di salah satu kota di negara bagian Florida, A.S. Suaminya yang berusia hampir 70 tahun berusaha menolong isterinya. Tapi si suami bukan lawan si pemerkosa yang berusia di bawah 30 tahun dan mengalami patah tulang dan cedera berat lainnya sehingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan.

Hanya berkat campur tangan Tuhan yang ajaib si isteri lolos dari tindak tak senonoh sewaktu dia berseru kepada nama Yesus.

Kesimpulan: tidak ada tempat aman di dunia ini kecuali di dekat Tuhan.

Firman Allah berkata:

“Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!

Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

(Mazmur 33:17-22)

Hak cipta © 2002 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Feb 21 2008

Serba palsu

Published by under Renungan

Rambut boleh palsu, gigi boleh palsu, perhiasan emas dan berlian boleh palsu, yang penting hati tak boleh palsu. Sebab firman Tuhan berkata:

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Karena itu

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Firman Tuhan adalah cermin yang disediakan Tuhan untuk menjaga hati kita:

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku,
arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi
mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan
bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22; lihat juga 2 Timotius 3:16-17)

Selalu bertindak jujur dan tulus sesuai firman Tuhan, merupakan bukti bahwa kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan:

“Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” (Amsal 4:24-27)

Kiranya Tuhan tolong kita. Amin.
(Jakarta, 13 November 2004)

Hak Cipta © 2004 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Aug 17 2006

Rahasia doa yang dijawab Tuhan

Published by under Renungan

Firman Allah mengajarkan kepada kita beberapa
pedoman bagi doa yang dijawab Tuhan:

1. Doa sepakat. Carilah seseorang yang rela
bersehati dengan kita untuk berdoa. Tuhan Yesus berkata: “Jika dua orang dari
padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan
dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius
18:19-20)

2. Berdoalah dengan tekun. Maksudnya jangan
berhenti berdoa sampai kita melihat apa jawaban Tuhan untuk doa kita. Untuk
mengingat hal ini seseorang memakai rumus PUSH = Pray
Until Something
Happens. Firman Allah mengatakan: “Yesus mengatakan
suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu
berdoa dengan tidak jemu-jemu.” (Lukas 18:1)

3. Berdoalah dengan iman. Semua yang kita minta
dari Tuhan, harus diterima dengan iman. Firman Allah berkata: “… tanpa iman
tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada
Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada
orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” (Ibrani 11:6). Iman bukanlah percaya
dibuat-buat. Iman bukan harap-harap cemas. Iman berarti percaya bahwa Allah ada.
Iman berarti percaya bahwa Allah adalah Allah yang baik, yang memberi upah
kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

4. Berdoa dalam nama Tuhan Yesus. Tuhan Yesus
berkata: “…Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan
diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta
sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah
sukacitamu.” (Yohanes 16:23-24)

Bila Tuhan sudah menjawab doa anda, jangan pelit untuk membagikan kesaksian
anda.

No responses yet

Aug 17 2006

Bagaimana mengalami kuasa Allah?

Published by under Renungan

“Perbuatan Allah sempurna, janji TUHAN dapat dipercaya! Ia seperti perisai bagi semua yang berlindung pada-Nya.” (2 Samuel 22:31 BIS)

Pegang janji-Nya dan alami kuasa-Nya!
Tuhan memberkati anda.

One response so far

Apr 03 2006

Berhenti kuatir

Published by under Renungan

“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:6-7)Ini adalah kalimat perintah. Firman Allah memerintahkan kita untuk berhenti kuatir dan mulai berdoa kepada Allah. Sebab kuatir tidak menyelesaikan masalah, sedangkan berdoa akan menggerakkan tangan Allah untuk menyelesaikan masalah kita.Dalam doa, kita boleh memohon kepada Allah mengenai apa yang kita inginkan. Dan kita perlu terus bertekun dalam doa, sampai damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.Ingatlah, sementara kita berdoa, jangan lupa untuk mengucap syukur untuk pertolongan Tuhan di waktu yang lalu!

Tuhan memberkati.

No responses yet

« Prev - Next »


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008