Archive for the '1-Dalam Negeri' Category

Mar 11 2008

Pesawat Adam Air tergelincir

Published by under 1-Dalam Negeri

Tadi pagi sekitar jam 10:00 BBWI, pesawat Adam Air kembali tergelincir di Bandar Udara Hang Nadim, pulau Batam. Kecelakaan ini mengakibatkan lima orang luka-luka. Sore ini MenteriĀ  Perhubungan mengancam akan menurunkan peringkat Adam Air ke peringkat 3 bila tidak ada perbaikan yang berarti. Di peringkat 3, Adam Air terancam akan dicabut ijin usahanya bila dalam tiga bulan tidak berhasil meningkatkan tingkat keselamatan penerbangan. (Sumber berita: Siaran Radio Elshinta, Selasa, 11 Maret 2008)

No responses yet

Jan 11 2007

Potongan pesawat Adam Air ditemukan

Published by under 1-Dalam Negeri

Rabu kemarin (10 Januari 2007) seorang nelayan di lepas pantai Kodya Pare Pare, Sulawesi Selatan, menemukan potongan ekor pesawat Boeing 737 Adam Air yang hilang sejak 1 Januari 2007 yang lalu. Selain itu potongan kursi dan jaket pelampung kuning juga ditemukan di dekat tempat itu.

Sebelumnya kapal TNI AL Indonesia juga telah menemukan potongan benda logam di dasar laut di sekitar tempat itu, setelah menerima laporan dari nelayan setempat bahwa pada hari yang nahas itu, mereka melihat pesawat terbang rendah dan akhirnya menghilang, setelah mendengar bunyi ledakan.

No responses yet

May 14 2005

Gempa kembali guncang Sumatra

Published by under 1-Dalam Negeri

Gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter kembali mengguncang pulau Sumatera pada hari Sabtu, 14 Mei 2005. Pusat gempa diperkirakan berada di bawah laut sekitar 47km sebelah Barat Daya kota Padang.

Jumlah korban belum diketahui.

No responses yet

May 12 2005

Tak berdaya menolong

Published by under 1-Dalam Negeri

Ayah yang tak berdaya
Anak yang terjepit
Ayah (atas) hanya bisa menangis dan tak berdaya berbuat apa-apa, sementara anak laki-lakinya (bawah) mati pelan-pelan terimpit dinding yang runtuh akibat gempa di Nias tgl. 28 Maret 2005 yang lalu.Mari kita ingat saudara kita yang menderita di Nias dengan doa-doa kita.
“Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2)

No responses yet

May 12 2005

Salah satu anak korban gempa di Nias

Published by under 1-Dalam Negeri

Salah satu anak korban gempa di Nias Yesus berkata: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Markus 10:14)

No responses yet

Apr 05 2005

Gempa Nias

Published by under 1-Dalam Negeri

Di bawah ini kami sajikan Link ke berbagai situs Usaha bantuan kepada korban gempa di pulau Nias:

No responses yet

Jan 15 2005

Berkah tsunami atau Memanfaatkan kesempitan korban tsunami untuk menanggok uang?

Published by under 1-Dalam Negeri

Situs warta digital detik.com dalam edisi 14 Januari memuat berita yang diberi judul “Berkah Tsunami”. Intinya masyarakat Aceh yang tidak menjadi korban tsunami saat ini berlomba-lomba menangguk uang sebanyak-banyaknya dengan melipat-gandakan harga. Rumah yang biasa dikontrakkan seharga Rp. 10 juta setahun sekarang menjadi Rp. 45 juta sebulan. Harga sewa mobil yang biasanya hanya Rp. 350.000 per hari, sekarang jadi Rp. 800.000 sampai Rp. 2 juta per hari. Sepeda motor yang biasanya disewakan Rp. 50.000 per hari sekarang bisa jadi Rp.200.000 per hari. Harga makanan-pun sekarang jadi berlipat-lipat. Konon kenaikan harga ini diberlakukan bukan saja bagi Relawan Asing, Relawan Dalam Negeri, tapi juga terhadap mereka yang jadi korban tsunami. Pertanyaannya adalah:

Apakah hanya orang asing saja dan orang-orang dari luar Aceh saja yang perlu berkorban untuk membantu meringankan penderitaan orang Aceh yang menjadi korban tsunami? Ataukah orang Aceh sendiri semestinya juga punya hati dan beban untuk turut mengambil bagian dalam meringankan penderitaan korban tsunami?

Apakah tulisan di detik.com ini tidak lebih tepat diberi judul “Memanfaatkan penderitaan korban tsunami untuk menanggok uang sebanyak-banyaknya”?

Baca selengkapnya dengan meng-klik link di bawah ini:

Berkah Tsunami.

No responses yet

Jan 12 2005

Saat tsunami melanda Banda Aceh

Published by under 1-Dalam Negeri

Metro TV sejak beberapa hari terakhir ini menayangkan rekaman video menjelang dan saat tsunami (gelombang pasang) berkecepatan 800km/jam (secepat pesawat jet) meluluh-lantakkan kota Banda Aceh.
Tayangan yang terlihat sangat menyayat hati.

Gempa membuat penduduk kota Banda Aceh keluar rumah, duduk-duduk dan makan di jalan. Wajah mereka sangat lugu. Tak terbayangkan bahwa beberapa menit lagi mereka semua akan menghadap Khalik mereka.

Tiba-tiba terlihat orang berlarian sambil berteriak air, air datang. Air yang tadinya hanya setinggi mata kaki, dalam kurang dari satu menit telah menjadi setinggi tiga meter dan menelan semua yang dilaluinya. Seperti monster yang sangat besar dan sangat menakutkan, air menelan manusia yang sia-sia berusaha melarikan diri, sambil mendorong papan, kasau, balok, seng, pohon besar, puluhan mobil, yang semuanya hanyut didorong arus air yang sangat deras. Jeritan orang yang berteriak minta tolong terdengar sangat menyayat hati.

Hanya mereka yang sempat naik ke lantai paling tinggi dari Masjid Raya Baiturrahman dan lantai ruko yang lebih tinggi dari air laut yang selamat.

Video ini diambil oleh seorang yang biasa merekam pernikahan.

No responses yet

Jan 02 2005

Gempa bumi terbesar di dunia dalam 40 tahun terakhir

Published by under 1-Dalam Negeri

Pada hari Minggu, 26 Desember 2004 jam 07:48, yang tak terduga terjadi. Gempa bumi terbesar di dunia dalam 40 tahun terakhir (8,9 Skala Richter) mengguncang Aceh. Pusat gempa diperkirakan terletak di kedalaman 20 kilometer di dalam Lautan Hindia, 149 kilometer di Selatan Meulaboh, ibukota Aceh Barat. Tsunami (gelombang pasang) yang terjadi beberapa saat setelah gempa, telah memakan korban tewas lebih dari 120.740 jiwa (menurut Media Indonesia edisi cetak 1-1-2005:

  • Indonesia: 79.940
  • Sri Lanka: 24.743
  • India: 11.330
  • Thailand: 4.351
  • Myanmar: 90
  • Maladewa: 75
  • Malaysia:66
  • Bangladesh:2
  • Somalia: 132
  • Tanzania: 10
  • Kenya:1

Diperkirakan 90% dari 40.000 penduduk Meulaboh tewas, 90% bangunan di Meulaboh juga lenyap, rata dengan bumi.

Sebelumnya gempa juga melanda P. Alor di Nusa Tenggara Timur (6,3 Skala Richter) dan Nabire, Papua (7,5 pada Skala Richter) pada tanggal 7 Februari 2004.

No responses yet

Nov 22 2004

Pilot Garuda meninggal di pesawat

Published by under 1-Dalam Negeri

Senin, 22 November 2004.
Sekitar jam 11:00 WIB, dalam perjalanan pulang dari Bandara Cengkareng hari ini, saya mendengar dari radio Elshinta bahwa seorang pilot Garuda yang bernama Sri Hardono meninggal di pesawat tadi pagi sekitar jam 09:05.

Jam 08:36 pesawat dengan nomor penerbangan GA 501 lepas landas dari Bandara Supadio Pontianak menuju ke Jakarta. Baru 12 menit di udara, captain pilot Sri Hardono minta ijin untuk kembali ke Pontianak dengan alasan dirinya sakit. Begitu kembali mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Antonius dalam keadaan pingsan, namun nyawanya tak tertolong, dia meninggal di perjalanan ke rumah sakit.

Hal yang saya renungkan:

  1. Untunglah pesawat masih sempat mendarat di Bandara Supadio, sebelum captain pilotnya tak sadarkan diri. Semua penumpang pesawat dalam keadaan selamat.
  2. Maut dapat menjemput kita kapan saja, dimana saja. Kita perlu selalu siap sedia untuk menghadap Sang Pencipta. Saya jadi teringat akan Firman Tuhan yang berkata: “Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,”(1 Petrus 1:24); hari ini masih ada, besok mungkin sudah tiada; dan lagi “… manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” (Ibrani 9:27). Sekali kita meninggal dunia, nasib kita sudah pasti, atau di surga, atau di neraka. Firman Tuhan berkata: “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” (1 Tesalonika 4:14)

Kiranya Tuhan menolong kita untuk selalu siap menghadapi maut yang dapat menjemput kita dimana saja, kapan saja.

No responses yet

« Prev


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008