Archive for November, 2004

Nov 22 2004

Pilot Garuda meninggal di pesawat

Published by under 1-Dalam Negeri

Senin, 22 November 2004.
Sekitar jam 11:00 WIB, dalam perjalanan pulang dari Bandara Cengkareng hari ini, saya mendengar dari radio Elshinta bahwa seorang pilot Garuda yang bernama Sri Hardono meninggal di pesawat tadi pagi sekitar jam 09:05.

Jam 08:36 pesawat dengan nomor penerbangan GA 501 lepas landas dari Bandara Supadio Pontianak menuju ke Jakarta. Baru 12 menit di udara, captain pilot Sri Hardono minta ijin untuk kembali ke Pontianak dengan alasan dirinya sakit. Begitu kembali mendarat di Bandara Supadio, Pontianak, dia segera dilarikan ke Rumah Sakit Antonius dalam keadaan pingsan, namun nyawanya tak tertolong, dia meninggal di perjalanan ke rumah sakit.

Hal yang saya renungkan:

  1. Untunglah pesawat masih sempat mendarat di Bandara Supadio, sebelum captain pilotnya tak sadarkan diri. Semua penumpang pesawat dalam keadaan selamat.
  2. Maut dapat menjemput kita kapan saja, dimana saja. Kita perlu selalu siap sedia untuk menghadap Sang Pencipta. Saya jadi teringat akan Firman Tuhan yang berkata: “Sebab: “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur,”(1 Petrus 1:24); hari ini masih ada, besok mungkin sudah tiada; dan lagi “… manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,” (Ibrani 9:27). Sekali kita meninggal dunia, nasib kita sudah pasti, atau di surga, atau di neraka. Firman Tuhan berkata: “Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” (1 Tesalonika 4:14)

Kiranya Tuhan menolong kita untuk selalu siap menghadapi maut yang dapat menjemput kita dimana saja, kapan saja.

No responses yet

Nov 11 2004

Stroke Berkaitan dengan Tingginya Kadar Trigliserida

Published by under Kesehatan

Selasa, 11 Desember 2001, 14:33 WIB

New York, Senin

Untuk pertama kalinya, para peneliti dari Sheba Medical Center di Tel Hashomer Israel mengindikasikan bahwa peningkatan risiko penyakit stroke juga berkaitan dengan kadar lemak darah yang disebut trigliserida.Para peneliti itu juga mengungkapkan, trigliserida mungkin pula dapat digunakan untuk mengindentifikasi risiko seseorang mengidap stroke iskemik — stroke yang terjadi karena penyumbatan pembuluh darah otak, sehingga aliran darah ke otak terganggu.

Menurut peneliti, yang mempublikasikan temuannnya dalam Circulation: Journal of the American Heart Association edisi 11 Desember, hasil riset ini seharusnya dapat merangsang peneliti lain untuk lebih mewaspadai serta memberi perhatian terhadap trigliserida.

“Dengan adanya deteksi yang lebih efektif akan tingginya kadar trigliserida dalam darah serta pengobatan untuk mengatasi risiko stroke, tentunya hal dapat menurunkan beban klinis dan kesehatan publik akibat penyakit stroke,” ungkap Dr. David Tanne, salah seorang pimpinan riset. Tanne mengatakan, dari riset beberapa tahun lalu para dokter telah mengetahui bahwa obat penurunkan kadar lemak darah seperti kolesterol juga bisa mencegah penyakit stroke. Namun demikian, lanjutnya, hubungan yang lebih tepat antara lemak — khususnya trigliserida — dan stroke belum begitu jelas.

Dalam riset terbaru ini, Tanne dan rekannya meneliti lebih dari 11 ribu pasien pengidap penyakit jantung koroner yang belum mengalami stroke atau pun transient ischemic attack (TIA) yang biasa juga disebut stroke ringan. Sebagian besar responden penelitian ini adalah pria.

Setelah penelitian sekitar enam hingga tujuh tahun, 487 responden diketahui mengalami TIA. Responden yang mengalami stroke ini memiliki kadar trigliserida yang tinggi dan kolesterol HDL (baik) yang rendah. Setelah memperhitungkan faktor risiko stroke lainnya, responden yang memiliki kadar 200 mg trigliserida per desiliter darah (dL) tercatat mempunyai kecenderungan 30 persen lebih besar mengalami stroke iskemik maupun TIA dibanding responden dengan kadar lemak darah yang rendah.

Kadar trigliserida sejak lama memang selalu diukur bersamaan dengan kadar lemak darah lainnya. Namun menurut Tanne, hingga saat ini jenis lemak itu tidak mendapat perhatian yang cukup serius dalam pencegahan stroke. Tanne menambahkan pula, untuk menekan kadar trigliserida, seseorang dapat mengubah gaya hidup dengan cara lebih sehat seperti olahraga, menurunkan berat badan serta diet rendah lemak. Beberapa jenis obat penurun kolesterol, kata Tanne, juga dapat menurunkan kadar trigliserida.

Sementara itu, Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan agar seseorang sebaiknya tetap menjaga batas kadar trigliserida di bawah 150mg/dL. Kadar 150 hingga 199 mg/dL dipertimbangkan sebagai batas yang cukup tinggi, 200 hingga 499 mg/dL termasuk level tinggi dan di atas 500 mg/dL dikategorikan sangat tinggi.

Sekitar 80 persen kasus stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah ke otak, sedangkan 20 persen lainnya disebabkan rusaknya pembuluh darah di otak. Usia penderita stroke belakangan ini makin muda, yakni sekitar40 tahun. Tidak jarang beberapa pasien yang terserang stroke baru berumur 32 tahun. Ini juga disebabkan pola makan yang cenderung mengonsumsi makanan siap saji atau fast food tanpa diimbangi dengan olahraga secara rutin. (Rtr/ac)

Dikutip dari www.kompas.co.id edisi 11 Desember 2001 Copyright © 2001 Kompas Cyber Media.

No responses yet


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008