Archive for January, 2005

Jan 19 2005

Tak terukur kasihMu Tuhan!

Published by under Renungan

Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: “Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu.” (Kejadian 48:11)

Ini adalah kesaksian hidup Yakub menjelang ajalnya. Seperti Yakub, banyak di antara kita dapat berkata: “Tidak kusangka-sangka bahwa …, tetapi sekarang Allah bahkan ….”

Misalnya: >>>

“Tidak kusangka-sangka bahwa suamiku bakal bertobat, ternyata suamiku bukan hanya bertobat, tapi juga melayani Tuhan.”

“Tidak kusangka-sangka aku bisa menikah, ternyata aku bukan saja menikah, tapi rumah tanggaku sangat bahagia.”

“Tidak kusangka-sangka masa tuaku bakal bahagia, ternyata aku bukan saja sehat, tidak penyakitan, bahkan banyak teman, berlimpah kasih, sukacita, damai sejahtera.”

“Tidak kusangka-sangka aku bisa melanjutkan pendidikan, ternyata aku bukan saja lulus jadi sarjana, tapi juga mendapat pekerjaan yang baik.”

Dia, bukan Tuhan yang pas-pasan. Dia adalah Tuhan yang selalu memberi, memberkati dengan berlimpah.

Mari kita jangan pelit dengan puji, syukur dan sembah kita kepadaNya. Mari menyembah Dia dengan penuh ucapan syukur. Tidakkah kita harus seringkali berkata: “Tuhan, tak kusangka Engkau akan berbuat sebanyak ini bagiku, bahkan jauh melampaui apa yang sanggup aku minta atau pikirkan?”

Saya harap ini menjadi bagian dari kata-kata perpisahan kita menjelang ajal: “Bahwa sejauh menyangkut kebaikan Tuhan, setengahnya belum diceritakan. Tuhan telah menyimpan yang terbaik, bagi saat-saat terakhir hidup kita. Akhir hidup kita di dunia ini adalah awal dari pesta yang terus berlanjut sampai ke surga. Kita menemukan Tuhan semakin baik, dan semakin baik. Ternyata Tuhan lebih besar dari segala yang kita takuti, lebih baik dari segala yang kita harapkan, lebih indah dari segala yang kita inginkan. Tuhan begitu baik, sampai-sampai melalui tindakan kasih karuniaNya, Dia melakukan jauh melampaui apa yang bisa kita pikirkan atau bayangkan.

Selamat bersyukur kepada Tuhan.

No responses yet

Jan 15 2005

Berkah tsunami atau Memanfaatkan kesempitan korban tsunami untuk menanggok uang?

Published by under 1-Dalam Negeri

Situs warta digital detik.com dalam edisi 14 Januari memuat berita yang diberi judul “Berkah Tsunami”. Intinya masyarakat Aceh yang tidak menjadi korban tsunami saat ini berlomba-lomba menangguk uang sebanyak-banyaknya dengan melipat-gandakan harga. Rumah yang biasa dikontrakkan seharga Rp. 10 juta setahun sekarang menjadi Rp. 45 juta sebulan. Harga sewa mobil yang biasanya hanya Rp. 350.000 per hari, sekarang jadi Rp. 800.000 sampai Rp. 2 juta per hari. Sepeda motor yang biasanya disewakan Rp. 50.000 per hari sekarang bisa jadi Rp.200.000 per hari. Harga makanan-pun sekarang jadi berlipat-lipat. Konon kenaikan harga ini diberlakukan bukan saja bagi Relawan Asing, Relawan Dalam Negeri, tapi juga terhadap mereka yang jadi korban tsunami. Pertanyaannya adalah:

Apakah hanya orang asing saja dan orang-orang dari luar Aceh saja yang perlu berkorban untuk membantu meringankan penderitaan orang Aceh yang menjadi korban tsunami? Ataukah orang Aceh sendiri semestinya juga punya hati dan beban untuk turut mengambil bagian dalam meringankan penderitaan korban tsunami?

Apakah tulisan di detik.com ini tidak lebih tepat diberi judul “Memanfaatkan penderitaan korban tsunami untuk menanggok uang sebanyak-banyaknya”?

Baca selengkapnya dengan meng-klik link di bawah ini:

Berkah Tsunami.

No responses yet

Jan 12 2005

Saat tsunami melanda Banda Aceh

Published by under 1-Dalam Negeri

Metro TV sejak beberapa hari terakhir ini menayangkan rekaman video menjelang dan saat tsunami (gelombang pasang) berkecepatan 800km/jam (secepat pesawat jet) meluluh-lantakkan kota Banda Aceh.
Tayangan yang terlihat sangat menyayat hati.

Gempa membuat penduduk kota Banda Aceh keluar rumah, duduk-duduk dan makan di jalan. Wajah mereka sangat lugu. Tak terbayangkan bahwa beberapa menit lagi mereka semua akan menghadap Khalik mereka.

Tiba-tiba terlihat orang berlarian sambil berteriak air, air datang. Air yang tadinya hanya setinggi mata kaki, dalam kurang dari satu menit telah menjadi setinggi tiga meter dan menelan semua yang dilaluinya. Seperti monster yang sangat besar dan sangat menakutkan, air menelan manusia yang sia-sia berusaha melarikan diri, sambil mendorong papan, kasau, balok, seng, pohon besar, puluhan mobil, yang semuanya hanyut didorong arus air yang sangat deras. Jeritan orang yang berteriak minta tolong terdengar sangat menyayat hati.

Hanya mereka yang sempat naik ke lantai paling tinggi dari Masjid Raya Baiturrahman dan lantai ruko yang lebih tinggi dari air laut yang selamat.

Video ini diambil oleh seorang yang biasa merekam pernikahan.

No responses yet

Jan 11 2005

Besar kesetiaanMu, ya Tuhan!

Published by under Renungan

“Untuk selamanyakah Tuhan menolak dan tidak kembali bermurah hati lagi? Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun? Sudah lupakah Allah menaruh kasihan, atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?” (Mazmur 77:8-10)

“Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! “TUHAN adalah bagianku,” kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.” (Ratapan 3:21-25)

Karena itu: “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” (Ratapan 3:26)

Mari bertekun dalam doa!

No responses yet

Jan 10 2005

Yesus memberi kemenangan bila kita menghadapi jalan buntu

Published by under Renungan

Anak perempuan Yairus sakit hampir mati. Dia minta tolong kepada Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus terlambat datang, akhirnya anaknya meninggal. Yairus mengalami jalan buntu. (Markus 5:21-42)

“Tetapi Yesus … berkata: “Jangan takut, percaya saja!” (Mar. 5:36).

Yesus berkata dalam situasi seperti ini, kita perlu percaya saja. Artinya kita perlu mempercayakan hidup kita, pergumulan kita, kepada Tuhan. Kita berada pada kesempatan yang luar biasa untuk mengalami campur tangan Tuhan bila sudah tidak ada lagi yang dapat menolong kecuali Tuhan.

Serahkanlah segala pergumulan hidup kita kepadaNya. Percayalah kepada kesetiaanNya. Tuhan Yesus tak akan mengecewakan kita!

No responses yet

Jan 09 2005

Dia tak kenal takut, dia tak kenal bahaya, …

Published by under Renungan

Iklan Mr. Bean (pelawak Inggris) berkata:”Ia tak kenal takut, ia tak kenal bahaya, sebab ia tak tahu apa-apa.”

Mr. Bean tak kenal takut sebab ia blo’on. Tapi kita tak takut, sebab Yesus telah berkata:”Aku menyertai kamu senantiasa…Jangan takut, percaya saja.” (Matius 28:20, Markus 5:36).

Mari maju terus, percaya dan patuh.

No responses yet

Jan 08 2005

Penolong dalam kesesakan

Published by under Ayat Emas

“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.” (Mazmur 46:2)

No responses yet

Jan 07 2005

TUHAN itu baik

Published by under Ayat Emas

” TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya.”(Nahum 1:7)

No responses yet

Jan 02 2005

Gempa bumi terbesar di dunia dalam 40 tahun terakhir

Published by under 1-Dalam Negeri

Pada hari Minggu, 26 Desember 2004 jam 07:48, yang tak terduga terjadi. Gempa bumi terbesar di dunia dalam 40 tahun terakhir (8,9 Skala Richter) mengguncang Aceh. Pusat gempa diperkirakan terletak di kedalaman 20 kilometer di dalam Lautan Hindia, 149 kilometer di Selatan Meulaboh, ibukota Aceh Barat. Tsunami (gelombang pasang) yang terjadi beberapa saat setelah gempa, telah memakan korban tewas lebih dari 120.740 jiwa (menurut Media Indonesia edisi cetak 1-1-2005:

  • Indonesia: 79.940
  • Sri Lanka: 24.743
  • India: 11.330
  • Thailand: 4.351
  • Myanmar: 90
  • Maladewa: 75
  • Malaysia:66
  • Bangladesh:2
  • Somalia: 132
  • Tanzania: 10
  • Kenya:1

Diperkirakan 90% dari 40.000 penduduk Meulaboh tewas, 90% bangunan di Meulaboh juga lenyap, rata dengan bumi.

Sebelumnya gempa juga melanda P. Alor di Nusa Tenggara Timur (6,3 Skala Richter) dan Nabire, Papua (7,5 pada Skala Richter) pada tanggal 7 Februari 2004.

No responses yet


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008