Archive for February, 2008

Feb 21 2008

Orangtua yang bijaksana

Published by under Renungan

“… kehormatan anak-anak ialah nenek moyang mereka.” (Amsal 17:6)

Ada banyak cara untuk mengukur keberhasilan: salah satunya adalah cara anak anda menggambarkan diri anda di depan teman-temannya.

Seorang pengacara muda yang sukses berkata: hadiah terbesar yang pernah saya terima adalah ketika ayah memberi saya sebuah kotak kecil pada hari Natal. Di dalamnya ada sepucuk surat yang berbunyi: “Nak, tahun ini ayah akan memberimu 365 jam. Satu jam sehari sesudah makan malam.”

Ayah saya bukan saja memenuhi janjinya, tetapi setiap tahun ia melakukan hal yang sama, dan inilah hadiah terbesar yang saya terima dalam hidup saya. Saya adalah hasil dari waktu yang diluangkannya itu.

(Dikutip dari buku “Ayah yang bijaksana”. Jakarta: Yayasan Media Buana Indonesia, 1998, hal. 1-3.)

Ulasan:

Kasih yang dirasakan anak, sepadan dengan jumlah waktu yang disediakan orangtua untuk bersama mereka, bermain dan berkomunikasi dengan mereka.

Anak yang tidak mendapat waktu yang cukup dari orangtua, akan merasa kurang dikasihi oleh orangtuanya, walau mereka dilimpahi dengan harta benda. Akibatnya biasanya adalah anak akan lebih mencintai barang daripada sesama manusia.

Pepatah Cina kuno mengatakan:“perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama.”

Saya senang perbaikan Robert Kiyosaki(*) terhadap pepatah kuno ini: “perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama yang kecil.”

Bila menyediakan waktu satu jam setiap hari terasa terlalu berat untuk anda, cobalah dengan membuat sasaran kecil yang pasti terjangkau. Misalnya jangan biarkan ada hari yang berlalu tanpa komunikasi yang berarti dengan anak anda selama minimal lima (5) menit. Lebih baik
merasa kurang daripada kecewa karena tidak berhasil mencapai sasaran yang terlalu tinggi.

Mengapa tidak mulai malam ini?

_______________________________________________________

(*) Robert Kiyosaki dalam bukunya “the
Rich Dad and the Poor Dad”, dan “the Cashflow Quadrant”.

Hak Cipta © 2002 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Feb 21 2008

Hanya ada satu tempat aman

Published by under Renungan

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” (Mazmur 62:2)

Di dunia ini, hanya ada satu tempat aman, yaitu didekat Tuhan.

Walau banyak orang baru sadar Amerika Serikat tidak aman setelah peristiwa 11 September 2001, sebenarnya sudah sejak dulu Amerika Serikat dan semua negara lain sama tidak amannya dengan di Indonesia. Hanya jenis ancamannya saja yang berbeda. Di Indonesia ancaman dari kelompok ekstrim mungkin lebih terasa. Di Amerika Serikat dan negara maju lainnya ancaman terhadap iman dan moral seseorang mungkin lebih terasa.

Beberapa tahun yang lalu seorang isteri Pendeta Gereja Sidang Jemaat Allah yang telah berusia di atas 60 tahun nyaris diperkosa seseorang yang mendobrak pintu kamar hotel-nya di tengah malam. Waktu itu dia bersama suaminya sedang melayani di sebuah kebaktian kebangunan rohani di salah satu kota di negara bagian Florida, A.S. Suaminya yang berusia hampir 70 tahun berusaha menolong isterinya. Tapi si suami bukan lawan si pemerkosa yang berusia di bawah 30 tahun dan mengalami patah tulang dan cedera berat lainnya sehingga harus dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan.

Hanya berkat campur tangan Tuhan yang ajaib si isteri lolos dari tindak tak senonoh sewaktu dia berseru kepada nama Yesus.

Kesimpulan: tidak ada tempat aman di dunia ini kecuali di dekat Tuhan.

Firman Allah berkata:

“Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!

Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.

Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

(Mazmur 33:17-22)

Hak cipta © 2002 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Feb 21 2008

Serba palsu

Published by under Renungan

Rambut boleh palsu, gigi boleh palsu, perhiasan emas dan berlian boleh palsu, yang penting hati tak boleh palsu. Sebab firman Tuhan berkata:

“Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” (1 Samuel 16:7)

Karena itu

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)

Firman Tuhan adalah cermin yang disediakan Tuhan untuk menjaga hati kita:

“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku,
arahkanlah telingamu kepada ucapanku;
janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu.
Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi
mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan
bagi seluruh tubuh mereka.” (Amsal 4:20-22; lihat juga 2 Timotius 3:16-17)

Selalu bertindak jujur dan tulus sesuai firman Tuhan, merupakan bukti bahwa kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan:

“Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.” (Amsal 4:24-27)

Kiranya Tuhan tolong kita. Amin.
(Jakarta, 13 November 2004)

Hak Cipta © 2004 ada pada Rimba Informasi

No responses yet

Feb 19 2008

Software Alkitab gratis

Published by under Serba Gratis

CD Sabda versi 3.0 yang bisa jalan dengan baik di platform Windows XP, sudah tersedia, dan bisa diperoleh secara gratis dengan memesan ke Yayasan Lembaga Sabda

4 responses so far


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008