Jan 15 2005

Berkah tsunami atau Memanfaatkan kesempitan korban tsunami untuk menanggok uang?

Published by at 23:14 under 1-Dalam Negeri

Situs warta digital detik.com dalam edisi 14 Januari memuat berita yang diberi judul “Berkah Tsunami”. Intinya masyarakat Aceh yang tidak menjadi korban tsunami saat ini berlomba-lomba menangguk uang sebanyak-banyaknya dengan melipat-gandakan harga. Rumah yang biasa dikontrakkan seharga Rp. 10 juta setahun sekarang menjadi Rp. 45 juta sebulan. Harga sewa mobil yang biasanya hanya Rp. 350.000 per hari, sekarang jadi Rp. 800.000 sampai Rp. 2 juta per hari. Sepeda motor yang biasanya disewakan Rp. 50.000 per hari sekarang bisa jadi Rp.200.000 per hari. Harga makanan-pun sekarang jadi berlipat-lipat. Konon kenaikan harga ini diberlakukan bukan saja bagi Relawan Asing, Relawan Dalam Negeri, tapi juga terhadap mereka yang jadi korban tsunami. Pertanyaannya adalah:

Apakah hanya orang asing saja dan orang-orang dari luar Aceh saja yang perlu berkorban untuk membantu meringankan penderitaan orang Aceh yang menjadi korban tsunami? Ataukah orang Aceh sendiri semestinya juga punya hati dan beban untuk turut mengambil bagian dalam meringankan penderitaan korban tsunami?

Apakah tulisan di detik.com ini tidak lebih tepat diberi judul “Memanfaatkan penderitaan korban tsunami untuk menanggok uang sebanyak-banyaknya”?

Baca selengkapnya dengan meng-klik link di bawah ini:

Berkah Tsunami.

No responses yet

Comments are closed at this time.

Trackback URI |


Daily Wisdom

Today's Quote



Anda adalah pengunjung ke

sejak 1 Januari 2008